KUD Gajah Mada terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan perkebunan sawit rakyat melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Pada tahun 2025, KUD Gajah Mada menargetkan peremajaan seluas 4.100 hektar lahan plasma dari petani anggota yang tersebar di 10 desa mitra.
Program PSR ini merupakan bagian dari upaya strategis nasional untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kebun sawit rakyat yang telah memasuki usia tidak produktif. KUD Gajah Mada, sebagai koperasi inti yang menaungi ribuan petani plasma, berperan aktif dalam mengorganisasi dan memfasilitasi proses verifikasi administratif dan teknis, serta menjadi jembatan antara petani, perusahaan mitra, dan pemerintah.
Pada rapat koordinasi yang digelar pada Kamis, 18 Juli 2025, bertempat di Ruang Rapat KUD Gajah Mada, dibahas berbagai kendala teknis dan solusi yang dirancang untuk memastikan percepatan proses pengajuan dan pelaksanaan program PSR tahun ini.
Lahan seluas 4.100 hektar yang menjadi sasaran PSR 2025 tersebar di 10 desa, antara lain:
- Pelajau Baru
- Mandala
- Cantung
- Sungai Nipah
- Pembelacanan
- Pantai Baru
- Bumi Asih
- Sangking Baru
- Sidomulyo
- Pulau Panci
Masing-masing desa akan menjalani proses verifikasi anggota petani, verifikasi lapangan (verlap), dan finalisasi dokumen administratif sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh tim koordinasi PSR.
Kendala di Lapangan dan Upaya Penyelesaian
Tim PSR KUD Gajah Mada mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi selama proses pengumpulan dan verifikasi data petani, di antaranya:
- Ketidaksesuaian antara data yang dikirim dengan data yang muncul di aplikasi.
- Nomor telepon petani yang tidak aktif atau tidak tersedia.
Sebagai respon, KUD Gajah Mada menghimbau peran serta petani plasma yang memiliki lahan di 10 desa tersebut untuk menghubungi kami di contact resmi website KUD Gajah mada
Ketua KUD Gajah Mada, Darmadi, menyampaikan bahwa percepatan PSR ini bukan hanya untuk mengejar target luasan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memberikan masa depan yang lebih baik bagi petani. Program ini diharapkan mampu memperbarui kebun sawit petani menjadi lebih produktif, berkelanjutan, dan memenuhi standar ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).
Melalui kerja sama yang sinergis, komitmen penuh tim lapangan, dan partisipasi aktif petani, KUD Gajah Mada optimis bahwa target 4.100 Ha PSR pada tahun 2025 akan tercapai dengan baik.